Berita

Login Admin Hubungi

Syarat-syarat Perjanjian

Syarat-syarat Perjanjian


Syarat-syarat Perjanjian

 

“Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk  selama-lamanya!” (Ulangan 5:29).

 

Ketika TUHAN menampakkan Diri di puncak Sinai guna meneguhkan kembali perjanjian-Nya dengan Bangsa Israel, saat itu merupakan situasi yang menakjubkan.

Rudolf Otto dalam bukunya The Idea of the Holy mengatakan bahwa kita bertindak dalam dua cara sekaligus saat berada di hadirat yang Kudus: (1) kita merasa risih, ingin melarikan diri saja rasanya, dan (2) kita merasa takjub, ingin tetap tinggal. “Kerisihan” muncul dari perasaan aneh terhadap pengalaman itu, sedangkan “ketakjuban” datang dari rasa kagum dengan yang Kudus.

“TUHAN, Allah kita, telah mengikat perjanjian dengan kita di Horeb” (Ul. 5:2). Dan isi perjanjian-Nya adalah Sepuluh Firman, yang diulangi oleh Musa dalam Ulangan pasal 5. Allah telah mengucapkan kata-kata ini dari dalam api, awan, dan kegelapan. Gentar menghadapi peristiwa supranatural ini, Bangsa Israel meminta Musa untuk menjadi wakil mereka di hadapan Allah.

Perjanjian yang dibuat Allah dengan Abraham, Ishak, Yakub, dan Bangsa Israel meliputi janji-janji yang dibuat oleh-Nya: (1) keturunan yang banyak, (2) tanah, (3) Ia akan menjadi Allah dan mereka menjadi umat-Nya, dan (4) bangsa- bangsa akan terberkati melalui mereka.

Bagian dari pembaruan perjanjian di Gunung Sinai ini mencakup ketentuan tentang bagaimana Bangsa Israel menghormati TUHAN dan sesama mereka. Kesepuluh Firman merupakan syarat-syarat Perjanjian itu.

Bangsa Israel, setelah mendengar 10 Firman, berjanji untuk mematuhi perjanjian TUHAN. “Engkaulah yang mengatakan kepada kami segala yang difirmankan kepadamu oleh TUHAN, Allah kita, maka kami akan mendengar dan melakukannya” (ay. 27). Dengan kata lain, mereka akan menjaga perjanjian mereka dengan TUHAN.

Allah mendengar janji kepatuhan mereka dan berkata, “Segala yang dikatakan mereka itu baik. Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni ...berpegang pada segala perintah-Ku” (ay. 28, 29).

“Perjanjian yang dibuat Allah dengan umat-Nya di Sinai adalah perlindungan dan pertahanan kita... Perjanjian ini memiliki kekuatan yang sama hari ini dengan saat Allah mengikatnya bersama Bangsa Israel kuno” (The Seventh-day Adventist Bible Commentary, Ellen G. White Comments, jld. 1, hlm. 1103).

Hope Chanel Indonesia

TV Resmi GMAHK UIKB

Hope Chanel Indonesia.

Tonton Videonya

Wilayah UIKB

Map of SSD territories

Berita

Protes Gideon

Protes Gideon

“Jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Dimanakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami...?”…


Baca Selengkapnya...

Wanita Pemberani

Wanita Pemberani

“Berikanlah kepadaku…


Baca Selengkapnya...

Pelatihan Dir Komunikasi UIKB

Kegiatan pelatihan yang berlangsung di UIKB, sebagai Direktur Komunikasi UIKB Pdt. David Panjaitan dan para Direktur Komunikasi UIKB mengadakan pelatihan kepada para Direktur Komunikasi, dalam pelatihan, materi yang diberikan oleh Tiem dari UNAI Bandung memberikan materi pelatihan. Kegiatan ini berlangsung…


Baca Selengkapnya...

Pilihan

Pilihan

Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang…


Baca Selengkapnya...
Lihat Semua Berita